SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Database dan SDLC
Apr 24th, 2017 by anjarina.w

Data Base

Data Base atau Basis Data yaitu sekumpulan data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang tersimpan dalam perangkat keras (hardware) dan digunakan perangkat lunak (software) untuk memanipulasinya. Basis data memiliki prinsip utama dan tujuan utama.

  • ENTITAS

Entitas merupakan sesuatu yang dapat digambarkan oleh data. Entitas dapat juga diartikan sebagai sebuah individu yang mewakili sesuatu yang nyata serta dapat dibedakan oleh sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999).

memodelkan struktur data dan hubungan antar data dan mengimplementasikan basis data secara logika maupun secara fisik dengan DBMS (Database Management system). Biasanya entitas di gambarkan dalam bentuk persegi panjang.

  • ATRIBUT

Pada dasarnya Atribut merupakan karakteristik dari Entity atau relationship, yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut. Atau merupakan nama-nama property dari sebuah kelas yang menjelaskan batasan nilainya dari property yang dimiliki oleh sebuah kelas tersebut.

Atribut terdiri dari beberapa jenis. Diantaranya adalah:

1. Atribut Value

Merupakan data aktuala tauinformasi yang disimpan pada suatu atribut di dalam suatu entity atau relationship.

2. Atribut Key

Merupakan atribut yang digunakan untuk menentukan suatu Entity secara unik dan berbeda.

3. Atribut Simple

Merupakan Atribut yang hanya memiliki nilai tunggal.

4. Atribut Multivalue

Merupkan Atribut yang memiliki sekelompok nilai untuk setiap instant Entity

5. Atribut composite

Merupakan Suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu.

6. Atribut Derivatif

Merupakan suatu atribut yang berasal atau dihasilkan dari atribut yang lain

 

Lalu ada penggunaan key: untuk membedakan suatu entitas di dalam himpunan entitas dengan entitas lain. Key didefinisikan sebagai satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua row dalam relasi secara unik. Terdapat tiga macam key, antara lain:

  1. Super Key— satu atau lebih atribut (kumpulan atribut) yang dapat membedakan setip baris data dalam sebuah relasi secara unik.
  2. Candidate Key— kumpulan atribut minimal yang dapat membedakan setiap baris data dalam sebuah relasi secara unik.
  3. Primary Key— salah satu dari candidate key yang terpilih. Alasan pemilihan primary key:
    Lebih sering dijadikan acuan
    • Lebih ringkas
    • Jaminan keunikan key yang lebih baik

Jika sebuah primary key terhubung ke tabel/ entitas lain, keberadaan primary key pada entitas tersebut disebut sebagai foreign key (kunci tamu).

Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu diagram yang digunakan untuk merancang suatu basis data, dipergunakan untuk memperlihatkan hubungan atau relasi antar entitas atau objek yang terlihat beserta atributnya. Hal ini hanya sekedar penamaan, dan agar lebih gampang, kita hanya akan menggunakan istilah tabel, kolom dan baris dalam tutorial ini, namun jika anda menemui istilah relation, attribut dan tuple, itu hanya penamaan lain dari tabel, kolom, dan baris.

 

 

System Development Life Cycle (SDLC)

SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. Langkah yang digunakan meliputi :

  1. Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
  2. Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
  3. Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
  4. Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
  5. Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
  6. Merancang sistem informasi baru
  7. Membangun sistem informasi baru
  8. Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
  9. Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan

 

Kegiatan System Development sering dikelompokkan ke dalam kategori yang lebih besar yang disebut fase.

Tahapan fase kadang-kadang disebut system development life cycle (SDLC).

SDLC terdiri dari lima tahap:

  1. Planning
  2. Analysis
  3. Design
  4. Implementation
  5. Support and security

 

  1. Perencanaan Sistem (Systems Planning)

Lebih menekankan pada aspek studi kelayakan pengembangan sistem (feasibility study). Aktivitas-aktivitas yang ada meliputi :

  • Pembentukan dan konsolidasi tim pengembang.
  • Mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup pengembangan.
  • Mengidentifikasi apakah masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan melalui pengembangan sistem.
  • Menentukan dan evaluasi strategi yang akan digunakan dalam pengembangan sistem.
  • Penentuan prioritas teknologi dan pemilihan aplikasi.

 

2. Analisis Sistem (Systems Analysis)

Analisa sistem adalah tahap di mana dilakukan beberapa aktivitas berikut:

  • Melakukan studi literatur untuk menemukan suatu kasus yang bisa ditangani oleh sistem.
  • Brainstorming dalam tim pengembang mengenai kasus mana yang paling tepat dimodelkan dengan sistem.
  • Mengklasifikasikan masalah, peluang, dan solusi yang mungkin diterapkan untuk kasus tersebut.
  • Analisa kebutuhan pada sistem dan membuat batasan sistem.
  • Mendefinisikan kebutuhan sistem.

 

3. Perancangan Sistem (Systems Design)

Pada tahap ini, features dan operasi-operasi pada sistem dideskripsikan secara detail. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan adalah:

  • Menganalisa interaksi obyek dan fungsi pada sistem.
  • Menganalisa data dan membuat skema database.
  • Merancang user interface.

 

4. Implementasi Sistem (Systems Implementation)

Tahap berikutnya adalah implementasi yaitu mengimplementasikan rancangan dari tahap-tahap sebelumnya dan melakukan uji coba.

Dalam implementasi, dilakukan aktivitas-aktivitas sebagai berikut:

  • Pembuatan database sesuai skema rancangan.
  • Pembuatan aplikasi berdasarkan desain sistem.
  • Pengujian dan perbaikan aplikasi (debugging).

 

5. Pemeliharaan Sistem (Systems Maintenance)

Tujuan dari Operation, Support, dan Security phase adalah untuk memberikan bantuan berkelanjutan untuk sistem informasi dan pengguna setelah sistem diimplementasikan.

Operation, Support, dan Security phase terdiri dari tiga kegiatan utama:

  1. Melakukan kegiatan pemeliharaan
  2. Memantau kinerja sistem
  3. Menilai keamanan sistem

 

Berikut merupakan contoh dari SDLC :

https://drive.google.com/file/d/0B1jYDYvufcusYzEzWFk4dWhuc2s/view?usp=sharing

Berikut merupakan contoh dari Timeline perencanaan SIA :

https://drive.google.com/file/d/0B1jYDYvufcusSmR4Wm0yV21yUUE/view?usp=sharing

 

 

Referensi:

https://yuliagroups.wordpress.com/system-development-life-cycle-sdlc/

http://scdc.binus.ac.id/himsisfo/2016/07/tahapan-tahapan-dalam-sdlcsistem-development-life-cycle/

Database
Apr 15th, 2017 by anjarina.w

Database

Image result for database

Basis data (database) adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer yang dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe data, struktur data dan juga batasan-batasan pada data yang akan disimpan. Basis data merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi karena berfungsi sebagai gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis data menjadi penting karena dapat mengorganisasi data, menghidari duplikasi data, menghindari hubungan antar data yang tidak jelas dan juga update yang rumit.

Proses memasukkan dan mengambil data ke dan dari media penyimpanan data memerlukan perangkat lunak yang disebut dengan sistem manajemen basis data (database management system | DBMS). DBMS merupakan sistem perangkat lunak yang memungkinkan pengguna basis data (database user) untuk memelihara, mengontrol dan mengakses data secara praktis dan efisien. Dengan kata lain, semua akses ke basis data akan ditangani oleh DBMS. DBMS ini menjadi lapisan yang menghubungkan basis data dengan program aplikasi untuk memastikan bahwa basis data tetap terorganisasi secara konsisten dan dapat diakses dengan mudah.

Ada beberapa fungsi yang harus ditangani DBMS seperti mengolah pendefinisian data, menangani permintaan pengguna untuk mengakses data, memeriksa sekuriti dan integriti data yang didefinisikan oleh DBA (Database Administrator), menangani kegagalan dalam pengaksesan data yang disebabkan oleh kerusakan sistem maupun media penyimpanan (disk) dan juga menangani unjuk kerja semua fungsi secara efisien. Tujuan utama DBMS adalah untuk memberikan tinjauan abstrak data kepada pengguna. Jadi sistem menyembunyikan informasi tentang bagaimana data disimpan, dipelihara dan juga bisa diakses secara efisien. Pertimbangan efisien di sini adalah rancangan struktur data yang kompleks tetapi masih bisa digunakan oleh pengguna awam tanpa mengetahui kompleksitas strukturnya.

 

 

Pembagian basis data menurut jenisnya.

1. Basis data flat-file.

Image result for Basis data flat-file

Basis data ini ideal untuk data berukuran kecil dan dapat dirubah dengan mudah. Pada dasarnya, basis data flat-file tersusun dari sekumpulan string dalam satu atau lebih file yang dapat diurai untuk mendapatkan informasi yang disimpan. Basis data flat-file cocok untuk menyimpan daftar atau data yang sederhana dan dalam jumlah kecil. Basis data flat-file akan menjadi sangat rumit apabila digunakan untuk menyimpan data dengan struktur kompleks walaupun dimungkinkan pula untuk itu. Beberapa kendala dalam menggunakan basis data jenis ini adalah rentan pada korupsi data karena tidak adanya penguncian yang melekat ketika data digunakan atau dimodifikasi dan juga adanya duplikasi data yang mungkin sulit dihindari. Salah satu tipe basis data flat-file adalah file CSV yang menggunakan pemisah koma untuk setiap nilainya.

 

2. Basis data relasional.

Image result for Basis data relasional

Basis data ini mempunyai struktur yang lebih logis terkait cara penyimpanan. Kata “relasional” berasal dari kenyataan bahwa tabel-tabel yang ada di basis data relasional dihubungkan satu dengan lainnya. Basis data relasional menggunakan sekumpulan tabel dua dimensi yang masing-masing tabel tersusun atas baris (tupel) dan kolom (atribut). Untuk membuat hubungan antara dua atau lebih tabel, digunakan key (atribut kunci) yaitu primary key di salah satu tabel dan foreign key di tabel yang lain. Saat ini, basis data relasional menjadi pilihan utama karena keunggulannya. Program aplikasi untuk mengakses basis data relasional menjadi lebih mudah dibuat dan dikembangkan dibandingkan dengan penggunaan basis data flat-file.

Beberapa kekurangan yang mungkin dirasakan di basis data jenis ini adalah implementasi yang lebih sulit untuk data dalam jumlah besar dengan tingkat kompleksitasnya yang tinggi. Selain itu, proses pencarian informasi juga menjadi lebih lambat karena perlu menghubungkan tabel-tabel terlebih dahulu apabila datanya tersebar di beberapa tabel. Namun, terlepas dari beberapa kekurangannya, basis data relasional telah digunakan secara luas. Saat ini, basis data relasional telah banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan dari skala kecil, menengah hingga besar. Beberapa basis data ternama yang ada saat ini, baik yang berasal dari sumber terbuka (open source) atau yang komersil, adalah juga basis data relasional.

 

Beberapa contoh basis data relasional

1. MySQL

Database MySQL

MySQL merupakan basis data sumber terbuka yang paling popular dan banyak digunakan untuk aplikasi berbasis web seperti website dinamis dan e-commerce. Tahun 2013, MySQL merupakan basis data kedua yang paling banyak digunakan di dunia dan yang pertama untuk basis data sumber terbuka. Dilihat dari sejarahnya, MySQL dibuat tahun 1995 dan disponsori oleh perusahaan Swedia, MySQL AB. Pengembang platform MySQL adalah Michael Widenius, David Axmark dan Allan Larsson. MySQL dibuat untuk menyediakan opsi pengelolaan data yang efisien, terpercaya dan handal. Pada tahun 2000, platform MySQL berubah menjadi sumber terbuka dan mengikuti ketentuan GPL.

Penggunaan MySQL sebagai basis data utama untuk aplikasi web sering dipadukan dengan PHP sebagai bahasa skrip berorientasi obyek. MySQL adalah salah satu komponen penting dari web service solution stack LAMP (Linux, Apache, MySQL and PHP) yaitu platform pengembangan web sumber terbuka dimana Linux sebagai sistem operasi, Apache sebagai Web Server, MySQL sebagai basis data dan PHP sebagai bahasa skrip. Apabila Anda membangun blog atau website menggunakan CMS seperti Joomla, WordPress, Drupal atau Magento, Anda sedang menggunakan MySQL sebagai solusi basis datanya. MySQL juga banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar dunia seperti Facebook, Google, Adobe, Alcatel Lucent dan juga Zappos.

Pada Januari 2008, MySQL diakuisisi oleh Sun Microsystems. Pada April 2009, terjadi pencapaian kesepakatan antara Sun Microsystems dan Oracle Corporation terkait pembelian Sun Microsystems beserta hak cipta (copyright) dan merek dagang (trademark) MySQL oleh Oracle. Namun baru pada Januari 2010, MySQL secara resmi diakuisisi oleh Oracle. Di bawah naungan Oracle Corporation, MySQL tersedia melalui skema lisensi ganda. Anda dapat menggunakan opsi lisensi sumber terbuka (GPL) selama masih mematuhi aturan lisensi tersebut. Jika Anda ingin mendistribusikan aplikasi non-GPL dimana terdapat MySQL di dalamnya, Anda dapat membeli lisensi komersial sebagai gantinya.

 

2. Oracle

Database Oracle

Oracle merupakan basis data relasional terkemuka yang dimiliki oleh Oracle Corporation. Oracle telah dianggap sebagai basis data terbaik untuk versi basis data komersial. Oracle sendiri tersedia dalam berbagai konfigurasi dengan cakupan tool yang dapat disesuaikan untuk perusahaan skala kecil, menengah hingga besar yang membutuhkan solusi yang terbaik dan tepat dari sebuah basis data untuk keperluan bisnisnya. Beberapa kalangan mengatakan bahwa Oracle dianggap lebih baik untuk masalah kinerja dan skalabilitas dibandingkan dengan basis data komersil lainnya.

Sejarah Oracle dimulai pertama kali pada tahun 1977 ketika versi pertamanya dikembangkan oleh SDL (Software Development Laboratories) yang di dalamnya terdapat Larry Ellison dan dua temannya, Bob Miner dan Ed Oates. Nama Oracle sendiri berasal dari nama kode (code-name) sebuah proyek yang didanai oleh CIA ketika Larry Ellison bekerja di pekerjaan sebelumnya di Ampex. Pada tahun 1979, versi komersial Oracle tersedia untuk pertama kali, sedangkan versi terkini Oracle adalah Oracle 12c, dimana “c” mengacu pada cloud computing (komputasi awan). Cloud computing merupakan refleksi kerja Oracle untuk memperluas basis datanya yang memungkinkan perusahaan mengkonsolidasi dan mengelola basis data sebagai cloud service.

 

3. Microsoft SQL Server

Database Microsoft SQL Server

Dari namanya, Anda bisa menebak dengan mudah siapa pemilik basis data ini. Benar, Microsoft tidak hanya terkenal dengan perangkat lunak Microsot Windows, aplikasi perkantoran Microsoft Office atau programming language suite Microsoft Visual Studio, tetapi juga dengan basis datanya, Microsoft SQL Server. Microsoft SQL Server adalah basis data relasional yang bersifat komersial. Tidak seperti Microsoft Office Access yang peruntukannya untuk komputer dekstop, Microsoft SQL Server menyediakan layanan pengelolaan basis data untuk kelas perusahaan dan juga alat intelijen bisnis terpadu (integrated business intelligence (BI) tools).

Banyak perusahaan skala kecil, menengah dan besar dalam menjalankan server-nya menggunakan sistem operasi Microsoft Windows Server. Microsoft SQL Server tentu menjadi pilihan karena selain mudah digunakan dan faktor ketersediaan, juga telah terintegrasi dengan Microsoft Windows Server. Versi terbaru yaitu Microsoft SQL Server 2016 tersedia untuk platform on-premises (yang dikelola di server lokal) dan juga sebagai cloud database. Versi terbaru ini juga hadir dengan fitur baru dan sejumlah peningkatan yang akan memberikan terobosan kinerja, keamanan lanjutan serta pelaporan dan analisis terpadu.

Awal sejarah Microsoft SQL Server dimulai ketika Microsoft dan Sybase mengembangkan sistem manajemen basis data yang diberi nama Sybase SQL Server untuk bisa berkompetisi dengan basis data yang sudah ada saat itu seperti IBM dan Oracle. Sybase akan mendapatkan hak penjualan dan keuntungan dari versi produk basis data yang tidak didesain untuk platform Microsoft. Pada tahun 1989, basis data pertama dirilis. Kemudian Sybase menjual hak ciptanya tersebut ke Microsoft dan akhirnya Microsoft memberi nama ulang basis data tersebut menjadi Microsoft SQL Server.

 

4. MariaDB

Database MariaDB

Mungkin sebagian dari Anda masih asing atau penah mendengar nama basis data ini. MariaDB merupakan sistem basis data relational yang sepenuhnya sumber terbuka. Semua kode sumber basis data MariaDB dirilis di bawah lisensi GPL, LGPL atau BSD. MariaDB sebenarnya adalah fork dari basis data MySQL. Fork di sini dapat diartikan sebagai proyek terkait yang dapat dianggap sebagai versi lain (mini) dari MySQL standar. MariaDB merupakan pengembangan versi lain MySQL oleh Michael Widenius yang telah meninggalkan Sun Microsystems setelah diakuisisi secara resmi oleh Oracle Corporation. Baca sejarah dan fork MySQL di artikel Mengenal Database MySQL Dan Keunggulannya.

Kepopuleran basis data ini terus merangkak naik. Ini terbukti pada tahun 2013, Red Hat Enterprise Linux (RHEL) telah menyingkirkan MySQL dan kemudian menggantinya dengan MariaDB. Demikian juga dengan Fedora yang lebih memilih MariaDB dibandingkan MySQL untuk rilis Fedora 19. Rilis stabil terbaru MariaDB adalah versi 10.1 yang juga dikenal dengan MariaDB Enterprise 2016. Di rilis stabil terbarunya ini, MariaDB memiliki proteksi yang jauh lebih baik dengan pengamanan basis data pada setiap lapisan. MariaDB dapat mendeteksi dan mencegah serangan dengan menggunakan access control, Key Management Services dan authentication.

 

Tipe Database / basis data

Tipe Database Terdapat 12 tipe database, antara lain:

  1. Operational database: Database ini menyimpan data rinci yang diperlukan untuk mendukung operasi dari seluruh organisasi. Mereka juga disebut subject-area databases (SADB), transaksi database, dan produksi database. Contoh: database pelanggan, database pribadi, database inventaris, akuntansi database.
  2. Analytical database: Database ini menyimpan data dan informasi yang diambil dari operasional yang dipilih dan eksternal database. Mereka terdiri dari data dan informasi yang dirangkum paling dibutuhkan oleh sebuah organisasi manajemen dan End-user lainnya. Beberapa orang menyebut analitis multidimensi database sebagai database, manajemen database, atau informasi database.
  3. Data warehouse: Sebuah data warehouse menyimpan data dari saat ini dan tahun- tahun sebelumnya – data yang diambil dari berbagai database operasional dari sebuah organisasi.
  4. Distributed database: Ini adalah database-kelompok kerja lokal dan departemen di kantor regional, kantor cabang, pabrik-pabrik dan lokasi kerja lainnya. Database ini dapat mencakup kedua segmen yaitu operasional dan user database, serta data yang dihasilkan dan digunakan hanya pada pengguna situs sendiri.
  5. End-user database: Database ini terdiri dari berbagai file data yang dikembangkan oleh end-user di workstation mereka. Contoh dari ini adalah koleksi dokumen dalam spreadsheet, word processing dan bahkan download file.
  6. External database: Database ini menyediakan akses ke eksternal, data milik pribadi online – tersedia untuk biaya kepada pengguna akhir dan organisasi dari layanan komersial. Akses ke kekayaan informasi dari database eksternal yang tersedia untuk biaya dari layanan online komersial dan dengan atau tanpa biaya dari banyak sumber di Internet.
  7. Hypermedia databases on the web: Ini adalah kumpulan dari halaman-halaman multimedia yang saling berhubungan di sebuah situs web. Mereka terdiri dari home page dan halaman hyperlink lain dari multimedia atau campuran media seperti teks, grafik, gambar foto, klip video, audio dll.
  8. Navigational database: Dalam navigasi database, queries menemukan benda terutama dengan mengikuti referensi dari objek lain.
  9. In-memory databases: Database di memori terutama bergantung pada memori utama untuk penyimpanan data komputer. Ini berbeda dengan sistem manajemen database yang menggunakan disk berbasis mekanisme penyimpanan. Database memori utama lebih cepat daripada dioptimalkan disk database sejak Optimasi algoritma internal menjadi lebih sederhana dan lebih sedikit CPU mengeksekusi instruksi.
  10. Document-oriented databases: Merupakan program komputer yang dirancang untuk aplikasi berorientasi dokumen. Sistem ini bisa diimplementasikan sebagai lapisan di atas sebuah database relasional atau objek database. Sebagai lawan dari database relasional, dokumen berbasis database tidak menyimpan data dalam tabel dengan ukuran seragam kolom untuk setiap record. Sebaliknya, mereka menyimpan setiap catatan sebagai dokumen yang memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah bidang panjang apapun dapat ditambahkan ke dokumen. Bidang yang dapat juga berisi beberapa bagian data.
  11. Real-time databases Real-time: Database adalah sistem pengolahan dirancang untuk menangani beban kerja negara yang dapat berubah terus- menerus. Ini berbeda dari database tradisional yang mengandung data yang terus- menerus, sebagian besar tidak terpengaruh oleh waktu.
  12. Relational Database: Database yang paling umum digunakan saat ini. Menggunakan meja untuk informasi struktur sehingga mudah untuk mencari.

 

Manfaat Penggunaan Database

Image result for manfaat database

  • Kecepatan dan Kemudahan

Database memiliki kemampuan dalam menyeleksi data sehingga menjadi suatu kelompok yang terurut dengan cepat. Hal inilah yang ahirnya dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan secara cepat pula. Seberapa cepat pemrosesan data oleh database tergantung pula pada perancangan databasenya.

  • Pemakaian Bersama-sama

Suatu database bisa digunakan oleh siapa saja dalam suatu perusahaan. Sebagai contoh database mahasiswa dalam suatu perguruan tinggi dibutuhkan oleh beberapa bagian, seperti bagian admin, bagian keuangan, bagian akademik. Kesemua bidang tersebut membutuhkan database mahasiswa namun tidak perlu masing-masing bagian membuat databasenya sendiri, cukup database mahasiswa satu saja yang disimpan di server pusat. Nanti aplikasi dari masing-masing bagian bisa terhubung ke database mahasiswa tersebut.

  • Kontrol data terpusat

Masih berkaitan dengan point ke dua, meskipun pada suatu perusahaan memiliki banyak bagian atau divisi tapi database yang diperlukan tetap satu saja. Hal ini mempermudah pengontrolan data seperti ketika ingin mengupdate data mahasiswa, maka kita perlu mengupdate semua data di masing-masing bagian atau divisi, tetapi cukup di satu database saja yang ada di server pusat.

  • Menghemat biaya perangkat

Dengan memiliki database secara terpusat maka di masing-masing divisi tidak memerlukan perangkat untuk menyimpan database berhubung database yang dibutuhkan hanya satu yaitu yang disimpan di server pusat, ini tentunya memangkas biaya pembelian perangkat.

  • Keamanan Data

Hampir semua Aplikasi manajemen database sekarang memiliki fasilitas manajemen pengguna. Manajemen pengguna ini mampu membuat hak akses yang berbeda-beda disesuaikan dengan kepentingan maupun posisi pengguna. Selain itu data yang tersimpan di database diperlukan password untuk mengaksesnya.

  • Memudahkan dalam pembuatan Aplikasi baru

Dalam poin ini database yang dirancang dengan sangat baik, sehingga si perusahaan memerlukan aplikasi baru tidak perlu membuat database yang baru juga, atau tidak perlu mengubah kembali struktur database yang sudah ada. Sehingga Si pembuat aplikasi atau programmer hanya cukup membuat atau pengatur antarmuka aplikasinya saja.

Dengan segudang manfaat dan kegunaan yang dimiliki oleh database maka sudah seharusnya semua perusahaan baik itu perusahaan skala kecil apalagi perusahaan besar memilki database yang dibangun dengan rancangan yang baik. Ditambah dengan pemanfaatan teknologi jaringan komputer maka manfaat database ini akan semakin besar. Penggunaan database sekaligus teknologi jaringan komputer telah banyak digunakan oleh berbagai macam perusahaan, contohnya saja perbankan yang memiliki cabang di setiap kotanya. Perusahaan Bank tersebut hanya memiliki satu database yang disimpan di server pusat, sedangkan cabang-cabangnya terhubung melalui jaringan komputer untuk mengakses database yang terletak di sever pusat tersebut.

 

Contoh Pengaplikasian dalam Microsoft Access

Link: https://drive.google.com/file/d/0B1jYDYvufcusaU9MbHc4bDk3V0E/view?usp=sharing

 

Referensi:

http://learningrplit.blogspot.co.id/2015/09/materi-lengkap-tentang-database.html

Pengertian Database

http://www.termasmedia.com/lainnya/software/69-pengertian-database.html

 

Enskripsi
Apr 5th, 2017 by anjarina.w

  Pengertian Enkripsi

Enkripsi adalah suatu metode yang digunakan untuk mengkodekan data sedemikian rupa sehingga keamanan informasinya terjaga dan tidak dapat dibaca tanpa di dekripsi (kebalikan dari proses enkripsi) dahulu. Encryption berasal dari bahasa yunani kryptos yang artinya tersembunyi atau rahasia.

Dikarenakan enkripsi telah digunakan untuk mengamankan komunikasi di berbagai negara, hanya organisasi-organisasi tertentu dan individu yang memiliki kepentingan yang sangat mendesak akan kerahasiaan yang menggunakan enkripsi. Di pertengahan tahun 1970-an, enkripsi kuat dimanfaatkan untuk pengamanan oleh sekretariat agen pemerintah Amerika Serikat pada domain publik, dan saat ini enkripsi telah digunakan pada sistem secara luas, seperti Internet e-commerce, jaringan Telepon bergerak dan ATM pada bank.

Enkripsi dapat digunakan untuk tujuan keamanan, tetapi teknik lain masih diperlukan untuk membuat komunikasi yang aman, terutama untuk memastikan integritas dan autentikasi dari sebuah pesan. Contohnya, Message Authentication Code (MAC) atau digital signature. Penggunaan yang lain yaitu untuk melindungi dari analisis jaringan komputer. Tujuan sebenarnya teknik-teknik dengan istilah-istilah di atas adalah untuk menyamarkan data asli menjadi data baru dalam bentuk atau format lain, supaya orang lain selain si pemilik hak akses ke data tersebut tidak bisa melihat atau mengaksesnya. Biasanya digunakan untuk mengamankan data, jaga-jaga kalau data tersebut jatuh ke tangan orang lain yang tidak berhak. Baik itu untuk disimpan sendiri maupun untuk tujuan pengiriman data ke orang lain.

 

Sejarah Singkat Enkripsi

Jaman dahulu orang Yunani menggunakan tool yang disebut Scytale untuk membantu mengenkripsi pesan yang akan mereka kirimkan. Metode ini lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan  . Mereka akan membungkus silinder dengan kertas, menulis pesan dan mengirimkannya.

Metode enkripsi ini sangat mudah dipecahkan, tidak mengherankan karena ini adalah enkripsi pertama di dunia yang digunakan di dunia nyata.

Julius Caesar menggunakan metode yang agak mirip dengan ini, menggeser setiap huruf alfabet ke kanan atau ke kiri berdasarkan angka dan posisi. Tekni enkripsi ini disebut juga Caesar cipher. Sebagai contoh kamu bisa melihat cipher di bawah ini, ketika ingin menuliskan WINPOIN maka dituliskan ZLQSRLQ.

Hanya para penerima pesan memiliki cipher akan tahu maksut pesan tersebut, akan sulit orang berikutnya untuk memecahkan kode pesan.

Contoh cipher enkripsi sederhana lainnya adalah Polybius square menggunakan cipher polyalphabetic yang alfabetnya tertulis di setiap sisi angka.

Dengan menggunakan metode engkripsi di atas, kalau kamu ingin menuliskan WINPOIN, berarti enrkipsinya adalah 15 34 52 12 53 34 52.

 

Metode Enkripsi

Metode Enkripsi data dengan metode caesar cipher dan subtitusi key

METODE ENKRIPSI CAESAR CIPHER DAN SUBTITUSI KEY

  1. CAESAR CIPHER.

Contoh kalimatnya:

the danger of small mistakes is that those mistakes can be the big problem

hasilnya setelah dienkripsi:

wkh gdqjhu ri vpdoo plvwdnhv lv wkdw wkrvh plvwdnhv fdq eh wkh elj sureohp

algoritma

  • Plain text menggunakan kalimat berbahasa inggris.
  • Setiap huruf disubtitusikan menjadi huruf yang bergeser 3 huruf setelah huruf yang ada dalam plain text, dengan kata lain bergeser 3 huruf setelah huruf aslinya.

   Misalkan huruf t=w , h=k , dan e=h. dalam huruf alphabet huruf ketiga setelah ‘t’ adalah ‘w’, huruf ketiga setelah’ h’ adalah ‘k’, serta huruf ketiga           setelah ‘e’ adalah ‘h’. dan seterusnya.

  • Dalam kata ‘small’ terdapat pengulangan huruf ‘l’ sehingga cenderung mudah ditebak bahwa huruf tersebut sama.

   Dalam bahasa inggris huruf yang serupa dengan kondisi diatas antara lain: all,tall,full, nill, dan sebagainya.

  • Setelah menemukan algoritma dari metode enkripsi ini, dapat dipastikan bahwa metode enkripsi ini menggunakan metode ‘CAESAR CIPHER’.
  1. METODE ENKRIPSI DATA DENGAN MENGGUNAKAN KEY
  • KEY=OPERASI

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

O P E R A S I B C D F G H J K L M N Q T U V W X Y Z

Kelebihan:

  • Kode agak rumit untuk dipecahkan

Kekurangan:

  • Kesulitan bagi receiver dalam memecahkan kode enkripsi tersebut.

Contoh:

referensi dalam sebuah laporan penelitian

nasanajqc rogoh qapuob golknoj lajagctcoj

  • KEY=TABUNG

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

T A B U N G C D E F H I J K L M O P Q R S V W X Y Z

Kelebihan:

  • Kode agak rumit untuk dipecahkan

Kekurangan:

  • Kesulitan bagi receiver dalam memecahkan kode

Contoh:

bahasa pemrograman java pascal dan phiton

atdtqt pnjplcptjtk ftvt mtqbti utk mderlk

  • KEY=AUTO

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

A U T O B C D E F G H I J K L M N P Q S U V W X Y Z

Kelebihan:

  • Kode mudah dipecahkan bagi receiver .

Kekurangan:

  • Kode enkripsi ini dapat mudah dipecahkan oleh pihak lain
  • Huruf U hingga Z sama, sehingga mudah ditebak.

Contoh:

gunakan system operasi yang open source

dukahak qyqsbj lmbpaqf yakd lmbk qluptb

  • KEY=GUITARMELODY

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

G U I T A R M E L O D Y B C F H J K N P Q S V W X Z

Kelebihan:

  • Kode rumit untuk dipecahkan
  • Hanya ada 1 huruf yang sama, yaitu huruf z.

Kekurangan:

  • Kesulitan bagi receiver dalam memecahkan kode

Contoh:

metode enkripsi data dengan kode guitar

bapfta acdklhnl tgpg tacmgc dfta mqlpgk

  • KEY=PHANTOM

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

P H A N T O M B C D E F G I J K L Q R S U V W X Y Z

Kelebihan :

  • Kode ini agak rumit sehingga sulit bagi pihak lain untuk memecahkannya

Kekurangan:

  • Kesulitan bagi receiver/penerima dalam memecahkan kodenya

Contoh:

System keamanan computer

ryrstg etpgpipi ajgkustq

Metode Enkripsi pada Web

  1. Metode Enkripsi MD2
  1. Message-Digest algortihm 2 (MD2) adalah fungsi hash cryptographic yang dikembangkan oleh Ronald Rivest pada tahun 1989′
  2. Algoritma dioptimalkan untuk komputer 8-bit. MD2 yang ditetapkan dalam RFC 1319.
  3. Meskipun algoritma lainnya telah diusulkan sejak dulu, seperti MD4, MD5 dan SHA, bahkan sampai dengan 2004 [update] MD2 tetap digunakan dalam infrastruktur kunci publik sebagai bagian dari sertifikat yang dihasilkan dengan MD2 dan RSA.

 

  1. Metode Enkripsi MD4
  1. Message-Digest algortihm 4(seri ke-4) yang dirancang oleh Profesor Ronald Rivest dari MIT pada tahun 1990. Panjangnya adalah 128 bit.
  2. MD4 juga digunakan untuk menghitung NT-hash ringkasan password pada Microsoft Windows NT, XP dan Vista.

 

  1. Metode Enkripsi MD5
  1. MD5 adalah salah satu dari serangkaian algortima message digest yang didesain oleh Profesor Ronald Rivest dari MIT (Rivest, 1994).
  2. Saat kerja analitik menunjukkan bahwa pendahulu MD5 yaitu MD4 mulai tidak aman, MD5 kemudian didesain pada tahun 1991 sebagai pengganti dari MD4 (kelemahan MD4 ditemukan oleh Hans Dobbertin).
  3. Dalam kriptografi, MD5 (Message-Digest algortihm 5) ialah fungsi hash kriptografik yang digunakan secara luas dengan hash value 128-bit.
  4. Pada standart Internet (RFC 1321), MD5 telah dimanfaatkan secara bermacam-macam pada aplikasi keamanan, dan MD5 juga umum digunakan untuk melakukan pengujian integritas sebuah file.

 

  1. Metode Enkripsi SHA
  1. SHA adalah serangkaian fungsi cryptographic hash yang dirancang oleh National Security Agency (NSA) dan diterbitkan oleh NIST sebagai US Federal Information Processing Standard.
  2. SHA adalah Secure Hash Algoritma. Jenis-jenis SHA yaitu SHA-0, SHA-1, dan SHA-2.
  3. Untuk SHA-2 menggunakan algoritma yang identik dengan ringkasan ukuran variabel yang terkenal sebagai SHA-224, SHA-256, SHA-384, dan SHA-512.

 

  1. Metode Enkripsi RC4
  1. RC4 merupakan salah satu jenis stream cipher, yaitu memproses unit atau input data pada satu saat. Unit atau data pada umumnya sebuah byte atau bahkan kadang kadang bit (byte dalam hal RC4).
  2. Dengan cara ini enkripsi atau dekripsi dapat dilaksanakan pada panjang yang variabel.
  3. RC4 adalah penyandian stream cipher yang dibuat oleh Ron Riverst pada tahun 1987 untuk pengamanan RSA.
  4. Algoritmanya didasarkan pada permutasi acak.

 

  1. Metode Enkripsi Base64
  1. Base64 adalah sistem untuk mewakili data mentah byte sebagai karakter ASCII.
  2. Base64 menyediakan 6-bit encoding 8-bit ASCII karakter.
  3. Base64 merupakan format yang dicetak menggunakan karakter, memungkinkan binari data yang akan dikirim dalam bentuk dan email, dan akan disimpan di database atau file.

 

Contoh Kasus Enkripsi

 

  1. Studi Kasus Indonesia: Keamanan Layanan Finansial (Mobile Banking)

 

 

Dimasa modern ini kemajuan teknologi informasi berkembang dengan pesat. Salah satu contoh dari kemajuan tersebut adalah lahirnya SMS/Mobile Banking. Mobile banking memungkinkan penggunanya untuk mengakses informasi saldo atau mentransfer sejumlah uang hanya lewat ponsel. Seiring kemajuan tersebut, kejahatan yang mengancam pun semakin meningkat. Kini Enkripsi Alogaritma GSM sudah berhasil dibongkar, salah satu contohnya kasus A5/1. Pelaku kejahatan membongkar enkripsi GSM menggunakan perangkat FPGA, resiko setelah terkena serangan tersebut adalah, pelaku dapat membuat pirate GSM operatorphone number scanningfree phone calls dan lain-lain.

Trend serangan lain  pun marak terjadi, seperti serangan dengan Over the Air MITM, serangan di sisi SMS Gateway (Plain Text) dan ponsel diakses olah yang tidak berhak. Solusi untuk mecegah terjadinya serangan tersebut adalah melakuakn protokol end to end, melakukan manajemen risiko dengan cara membatasi nilai transaksi maksimum dan proses tambahan di backend seperti mengharuskan nasabah mendaftarkan terlebih dahulu rekening-rekening yang menjadi tujuan tranfer.

Satu lagi yang harus dihadapi dalam Mobile Banking adalah kegagalan transaksi dan transaksi berulang kerena SMS-delay. Ini disebabkan oleh protokol sms tidak memiliki makanisme untuk menjaga koneksi, sangat bergantung pada traffic, sehingga keterlambatan sering terjadi. Dampaknya dapat menimbulkan kerugian terbatas pada User. Namun kita bisa mengindari masalah tersebut dengan membangun protokol untuk meningkatkan automicity.

  • 2. Direktur FBI: Kasus Enkripsi di iPhone Belum Berakhir

 

Kasus enkripsi di iPhone milik teroris ternyata belum sepenuhnya berakhir dengan keberhasilan FBI menjebolnya tanpa bantuan Apple. Malah, hal itu dijadikan alasan bagi pemerintah AS untuk tetap memaksa Apple membuka akses enkripsi tersebut.

Seperti dikutip Reuters, Direktur FBI James Comey mengatakan bahwa pemerintah AS bakal menempuh jalur hukum (litigasi) untuk membawa kasus enkripsi di perangkat mobile ini ke pengadilan.

James Comey menyatakan lebih lanjut mengatakan, enkripsi dibuat perusahaan teknologi termasuk Apple dalam produk-produknya adalah metode penting bagi kelompok teroris.

FBI Director James Comey said on Wednesday there will be more U.S. government litigation over accessing electronic devices and said encryption is “essential tradecraft” of terrorist groups, such as Islamic State. Comey indicated that the debate involving both legal and privacy issues over whether the federal government can compel tech companies to unlock personal devices in the interest of national security is far from over in a briefing with reporters at the Federal Bureau of Investigation.

          Enkripsi end-to-end yang baru-baru ini dihadirkan WhatsApp adalah salah satu contohnya. Comey menganggap fitur enkripsi WhatsApp untuk mengamankan percakapan pengguna dari penyadapan sangat mengganggu penyelidikan FBI.

Meski begitu, Comey mengungkapkan pihaknya saat ini belum memiliki rencana untuk mengajukan tuntutan terhadap WhatsApp mengenai fitur enkripsi end-to-end miliknya.

Di kesempatan yang sama, Comey mengatakan FBI sudah memeriksa setidaknya 4.000 unit ponsel sejak bulan Oktober tahun kemarin. 500 unit ponsel di antaranya dikatakan berhasil dijebol.

 

Ilustrasi

              

 

 

Referensi:

http://irpantips4u.blogspot.co.id/2012/11/enkripsi-pengertian-manfaat-kerugian-macam.html

Metode Enkripsi data dengan metode caesar cipher dan subtitusi key

https://sharingvision.com/2013/04/studi-kasus-indonesia-keamanan-layanan-finansial-mobile-banking/

Direktur FBI: Kasus Enkripsi di iPhone Belum Berakhir

#WinExplain: Apa itu Enkripsi dan Bagaimana Cara Kerjanya??

 

SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa